Keterangan
Skema Akad Musyarakah :
1. Bank
syariah (shahibul maal 1) dan nasabah (shahibul maal 2) menandatangani akad
pembiayaan musyarakah.
2. Bank
syariah menyerahkan dana sebesar 70% dari kebutuhan proyek usaha yang akan
dijalankan oleh nasabah.
3.
Nasabah
meyerahkan dana 30%, dan menjalankan usaha sesuai dengan kontrak.
4. Pengelolaan
proyek usaha dijalankan oleh nasabah, dapat dibantu oleh bank syariah atau
menjalankan bisnisnya sendiri, bank syariah memberikan kuasa kepada nasabah
untuk mengelola usaha.
5.
Hasil
usaha atas kerja sama yang dilakukan antara
bank syariah dan nasabah dibagi sesuai dengan nisbah yang telah
diperjanjikan dalam akad pembiayaan, misalnya 60% untuk nasabah dan 40% untuk
bank syariah. Namun dalam hal terjadi kerugian, maka bank syariah akan
menanggung kerugian sebesar 70% dan nasabah menanggung kerugian sebesar 30%.
2. Skema Akad Mudharabah
Keterangan Skema Akad Mudharabah :
1. Mudharib
dan shahibul maal melaksankan kerja sama usaha. Bagi hasil ditetapkan sesuai
dengan presentase nisbah yang telah diperjanjikan antara shahibul maal dan
mudharib.
2. Shahibul
maal menyerahkan modal 100%, artinya semua usaha akan dibiayai oleh modal milik
shahibul maal.
3.
Mudharib,
sebgai pengusaha atas dasar keahliannya, akan mengelolah dana investasi dalam
sebuah proyek atau dalam usaha riil.
4. Pendapatan
atas hasil usaha proyak tersebut akan dibagi sesuai dengan nisbah(kepekatan
mengenai persentase bagi hasil) yang telah diperjanjikan.
5. Pada
saat jatuh tempo perjanjian, maka modal yang telah diinvestasikan oleh shahibul
maal akan dikembalikan semuanya (100%) oleh mudharib kepada shahibul maal, dan
akad mudharabh telah berakhir.
Keterengan Skema Akad Murabahah :
1. Bank
syariah dan nasabah melakukan negosiasi tentang rencana transaksi jual beli
yang akan dilaksanakan. Poin negosiasi meliputi jenis barang yang akan dibeli,
kualitas barang, dan harga jual.
2. Bank
syariah melakukan akad jual beli dengan nasabah, dimana bank syariah sebagai
penjual dan nasabah sebgai pembeli. Dalam akad ini, ditetapkan barang yang
menjadi objek jual beli yang telah dipilih oleh nasabah, dan harga jual barang.
3.
Atas
dasar akad yang dilaksanakan antara bank syariah dan nasabah, maka bank syariah
membeli barang dari supplier/penjual. Pembelian dilakukan oleh bank syariah ini
sesuai dengan keinginan nasabah yang telah tertuang dalam akad.
4.
Supplier
mengirimkan barang kepada nasabah atas perintah bank syariah.
5.
Nasabah
menerima barang dari supplier dan menerima dokumen kepemilikan barang tersebut.
6. Stelah
menerima barang dan dokumen, maka nasabah melakukan pembayaran. Pembayaran yang
lazim dilakukan oleh nasabah ialah dengan cara angsuran.
Ketangan Skema Akad Pembiayaan Salam:
1. Penandatanganan
akad antara bank syariah dan pembeli (nasabah 2). Nasabah 2 adalah nasabah yang
akan membeli barang pada saat barang telah tersedia.
2. Bank
membeli barang dari petani(nasabah1) dengan cara pesanan. Atas pembelian ini,
bank membayar sejumlah harga beli yang telah disepakati pada saat awal akad
salam.
3.
Setelah
barang tersedia, Nasabah 1 mengirim dokumen kepada bank syariah untuk
pengambilan barang.
4.
Nasabah
1 mengirim barang kepada nasabah 2 atas perintah bank syariah.
5. Nasabah
2 melakukan pembayaran kepada bank syariah setelah barang dikirim oleh nasabah
1. Keuntungan atas transaksi salam berasal dari perbedaan antara harga jual
bank syariah kepada nasabah 2 dengan harga beli antara bank dan nasabah 1.
Keterangan Skema Akad Istishna- Produsen dipilih oleh Bank :
1.
Nasabah
memesan barang kepada bank selaku penjual. Dalam pemesanan barang telah
dijelaskan spesifikasinya sehingga bank syariah akan meyediakan barang sesuai
dengan pesanan nasabah.
2. Setelah
menerima pesanan nasabah maka bank syariah segera memesan barang kepada
pembuat/produsen. Produsen membuat barang sesuai pesanan bank syariah.
3.
Bank
menjual barang kepada pembeli/pemesan dengan harga sesuai dengan kesapakatan.
4.
Setelah
barang selesai dibuat maka diserahkan oleh produsen kepada nasabah atas
perintah bank syariah.
6. Skema Akad Ijarah Muntahiya Bittamlik
Keterangan Skema Akad Ijarah Muntahiya Bittamlik :
1. Bank
syariah dan nasabah melakukan perjanjian dengan akad ijarah mutahiya bittamlik.
Dalam akad, dijelaskan tentang objek sewa, jangka waktu sewa, dan imbalan yang
diberikan oleh lessee (penyewa) kepada lessor (pemilik aset), hak opsi lesse
setelah masa sewa berakhir, dan ketentuan lainnya.
2. Bank
syariah membeli objek sewa dari supplier. Aset yang dibeli oleh bank syariah
sesuai dengan kebutuhan lesse.
3. Setelah
supplier menyiapkan objek sewa, kemudian supplier mengirimkan dokumen barang
yang dibeli ke bank syariah, kemudian bank syariah membayar kepada supplier.
4. Supplier
mengirimkan objek sewa kepada nasabah atas perintah dari bank syariah.
Barang-barang yang dikirimkan tidak disertai dengan dokumen, karena dokumen
barang diserahkan kepada bank syariah.
5. Setelah
menerima objek sewa, maka nasabah mulai melaksanakan pembayaran atas imbalan
yang disepakati dalam akad. Imbalan yang diterima oleh bank syariah disebut
pendapatan sewa. Biaya sewa dibayar oleh nasabah kepada bank syariah pada
umumnya setiap bulan. Bila jangka waktu berakhir, dan nasabah memlih opsi untuk
membeli objek sewa, maka nasabah akan membayar sisanya ( bila ada) dan bank
syariah akan menyerahkan dokumen kepemilikan objek sewa.
7. Skema Akad Al-Wadiah
Keteranagan Skema Akad Al-Wadiah Yad Al- Amanah :
1. Nasabah
menitipkan barang kepada bank syariah dengan menggunakan akad al-wadiah yad al
–amanah. Bank syariah menerima titipan, dan barang yang dititipkan akan
ditempatkan dalam tempat penyimpanan yang aman ( save deposit box). Bank
syariah akan menjaga dan memelihara barang itu.
2. Atas
penitipan barang oleh nasabah kepada bank syariah, maka nasabah dibebani biaya
oleh bank syariah. Biaya ini diperlukan sebagai biaya pemeliharaan dan biaya
sewa atas tempat penyimpanan barang titipan nasabah. Biaya yang dibayar oleh
nasabah penitip bagi bank syariah merupakan pendapatan fee.
3. Bank
syariah akan mengembalikan barang titipan sewaktu-waktu diperlukan atau diambil
oleh nasabah.
8. Skema Akad Qardh
Keterangan Skema Akad Qardh :
1.
Kontrak
perjanjian qard dilaksankan antara bank dan nasabah.
2. Nasabah
menyediakan tenaga untuk mengelolah usaha dan bank syariah meyerahkan modal
sebgai investasi. Modal yang diserahkan dalam qard berasal dari dana bank dan
dana kebajikan yang dikumpulkan oleh bank dari berbagai sumber antara lain :
zakat, infak, sedekah, denda, bantuan dari pihak lain, dan dana lainnya.
3. Bila
terdapat keuntungan, maka keuntungan 100% dinikmati oleh nasabah, tidak dibagi
hasilkan dengan bank syariah.
4. Pada
saat pembayran atau jatuh tempo, maka nasabah mengembalikan 100% modal yang
berasal dari bank syariah, tanpa ada tambahan.
9.Skema Akad As-Sharf
Keterangan
Skema Akad As-Sharf :
1.
Pembeli
dan penual menyepakati akad sharf.
2.a. penjual
meyerahkan valuta ke pembeli
2.b. Pembeli menyerahkan valuta lain ke penjual.
2.b. Pembeli menyerahkan valuta lain ke penjual.
10.Skema Akad Ar-Rahn
Keterangan
Skema Akad Ar-Rahn :
1. Nasabah
menyerahkan jaminan (marhun) kepada bank syariah (murtahun). Jaminan ini berupa barang bergerak.
2. Akad
pembiayaan dilaksankan antara rahin ( nasabah) dan murtahin ( bank syariah).
3. Setelah
kontrak pembiayaan ditandatangani, dan agunan diterima oleh bank syariah, maka
bank syariah mencairkan pembiayaan.
4. Rahin
melakukan pembayaran kembali ditambah dengan fee yang telah disepakati. Fee ini
berasal dari sewa tempat dan biaya untuk pemeliharaan agunan.
11. Skema Akad Al-Wakalah
Keterangan
Skema Akad Al-Wakalah :
1. Nasabah
dan investor melakukan kontrak dengan bank syariah untuk melaksanakan suatu
pekerjaan. Bank syariah akan melaksankan pekerjaan atas permintaan nasabah dan
investor.
2.
Bank
syariah mendapatkan fee atas pekerjaan yang dilakukan.
3. Beberapa
pelayanan jasa yang dapat dilakukan dalam akad al- wakalah antara lain ;
transfer, kliring, intercity clearing, collection, letter of credit, dan
payment.
12. Skema Akad Al-Kafalah
Keterangan Skema Akad Al-Kafalah :
1. Nasabah
mengajukan permohonan penjaminan kepada bank syariah atas suatu pekerjaan yang
dilaksankan, dan bank syariah memberikan penjaminan/garansi kepada pemberi
kerja atas pekerjaan nasabah.
2. Atas
garansi yang diberikan oleh bank syariah, maka bank syariah meminta agunan (barang
jaminan) kepada tertanggung/nasabah.
3. Nasabah
wajib melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kontrak antara nasabah dan pemberi kerja.
4. Bila
nasabah tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kontrak, maka bank syariah
akan menanggung kerugian.
13. Skema Akad Al- Hawalah
Keterangan
Skema Akad Al-Hawalah :
1.
Muhil
menyuplai (menyediakan/mengirim) barang kepada muhal (pembeli)
2.
Setelah
muhil mengirim barang kepada muhal, namun muhal tidak mampu melakukan
pembayaran, oleh karena itu muhil menyerahkan invoice/faktur penjualan kepada
muhal alaih.
3.
Muhal
alaih membeli tagihan dari muhil dan melaksanakan pembayaran.
4.
Muhal
alaih melakukan penagihan kepada muhal yang didukung oleh invoice dari muhil.
5.
Hasil
penagihan berasal dari muhal diserahkan kepada muhal alaih.
THANK YOU SO MUCH FOR YOUR ATTENTION AND YOUR TIME !!!
#Bpk. Refky Fielnanda













Best 8 Casinos in Reno, NV - Mapyro
BalasHapusFind 시흥 출장마사지 the best casinos in Reno, NV. 수원 출장샵 Mapyro Nevada is 대구광역 출장샵 a fun 보령 출장샵 place to find and play your 울산광역 출장안마 favorite slot machines, table games, and live entertainment!