Selasa, 04 April 2017

Tugas Akhir Semester Fiqh Muamalah Kontemporer

1. Skema Akad Musyarakah


Keterangan Skema Akad Musyarakah :
1.   Bank syariah (shahibul maal 1) dan nasabah (shahibul maal 2) menandatangani akad pembiayaan musyarakah.
2.    Bank syariah menyerahkan dana sebesar 70% dari kebutuhan proyek usaha yang akan dijalankan oleh nasabah.
3.      Nasabah meyerahkan dana 30%, dan menjalankan usaha sesuai dengan kontrak.
4.  Pengelolaan proyek usaha dijalankan oleh nasabah, dapat dibantu oleh bank syariah atau menjalankan bisnisnya sendiri, bank syariah memberikan kuasa kepada nasabah untuk mengelola usaha.
5.      Hasil usaha atas kerja sama yang dilakukan antara  bank syariah dan nasabah dibagi sesuai dengan nisbah yang telah diperjanjikan dalam akad pembiayaan, misalnya 60% untuk nasabah dan 40% untuk bank syariah. Namun dalam hal terjadi kerugian, maka bank syariah akan menanggung kerugian sebesar 70% dan nasabah menanggung kerugian sebesar 30%.

2. Skema Akad Mudharabah

Keterangan Skema Akad Mudharabah :
1.    Mudharib dan shahibul maal melaksankan kerja sama usaha. Bagi hasil ditetapkan sesuai dengan presentase nisbah yang telah diperjanjikan antara shahibul maal dan mudharib.
2.   Shahibul maal menyerahkan modal 100%, artinya semua usaha akan dibiayai oleh modal milik shahibul maal.
3.      Mudharib, sebgai pengusaha atas dasar keahliannya, akan mengelolah dana investasi dalam sebuah proyek atau dalam usaha riil.
4.     Pendapatan atas hasil usaha proyak tersebut akan dibagi sesuai dengan nisbah(kepekatan mengenai persentase bagi hasil) yang telah diperjanjikan.
5.   Pada saat jatuh tempo perjanjian, maka modal yang telah diinvestasikan oleh shahibul maal akan dikembalikan semuanya (100%) oleh mudharib kepada shahibul maal, dan akad mudharabh telah berakhir. 

3. Skema Akad Murabahah

Keterengan Skema Akad Murabahah :
1.   Bank syariah dan nasabah melakukan negosiasi tentang rencana transaksi jual beli yang akan dilaksanakan. Poin negosiasi meliputi jenis barang yang akan dibeli, kualitas barang, dan harga jual.
2.     Bank syariah melakukan akad jual beli dengan nasabah, dimana bank syariah sebagai penjual dan nasabah sebgai pembeli. Dalam akad ini, ditetapkan barang yang menjadi objek jual beli yang telah dipilih oleh nasabah, dan harga jual barang.
3.      Atas dasar akad yang dilaksanakan antara bank syariah dan nasabah, maka bank syariah membeli barang dari supplier/penjual. Pembelian dilakukan oleh bank syariah ini sesuai dengan keinginan nasabah yang telah tertuang dalam akad.
4.      Supplier mengirimkan barang kepada nasabah atas perintah bank syariah.
5.      Nasabah menerima barang dari supplier dan menerima dokumen kepemilikan barang tersebut.
6.    Stelah menerima barang dan dokumen, maka nasabah melakukan pembayaran. Pembayaran yang lazim dilakukan oleh nasabah ialah dengan cara angsuran.

4. Skema Akad Pembiayaan Salam
 


Ketangan Skema Akad Pembiayaan Salam:
1.    Penandatanganan akad antara bank syariah dan pembeli (nasabah 2). Nasabah 2 adalah nasabah yang akan membeli barang pada saat barang telah tersedia.
2.  Bank membeli barang dari petani(nasabah1) dengan cara pesanan. Atas pembelian ini, bank membayar sejumlah harga beli yang telah disepakati pada saat awal akad salam.
3.    Setelah barang tersedia, Nasabah 1 mengirim dokumen kepada bank syariah untuk pengambilan barang.
4.      Nasabah 1 mengirim barang kepada nasabah 2 atas perintah bank syariah.
5.   Nasabah 2 melakukan pembayaran kepada bank syariah setelah barang dikirim oleh nasabah 1. Keuntungan atas transaksi salam berasal dari perbedaan antara harga jual bank syariah kepada nasabah 2 dengan harga beli antara bank dan nasabah 1.

5. Skema Akad Istisna

Keterangan Skema Akad Istishna- Produsen dipilih oleh Bank :
1.      Nasabah memesan barang kepada bank selaku penjual. Dalam pemesanan barang telah dijelaskan spesifikasinya sehingga bank syariah akan meyediakan barang sesuai dengan pesanan nasabah.
2.  Setelah menerima pesanan nasabah maka bank syariah segera memesan barang kepada pembuat/produsen. Produsen membuat barang sesuai pesanan bank syariah.
3.      Bank menjual barang kepada pembeli/pemesan dengan harga sesuai dengan kesapakatan.
4.      Setelah barang selesai dibuat maka diserahkan oleh produsen kepada nasabah atas perintah bank syariah.
  
6.  Skema Akad Ijarah Muntahiya Bittamlik

Keterangan Skema Akad Ijarah Muntahiya Bittamlik :
1.    Bank syariah dan nasabah melakukan perjanjian dengan akad ijarah mutahiya bittamlik. Dalam akad, dijelaskan tentang objek sewa, jangka waktu sewa, dan imbalan yang diberikan oleh lessee (penyewa) kepada lessor (pemilik aset), hak opsi lesse setelah masa sewa berakhir, dan ketentuan lainnya.
2.     Bank syariah membeli objek sewa dari supplier. Aset yang dibeli oleh bank syariah sesuai dengan kebutuhan lesse.
3.  Setelah supplier menyiapkan objek sewa, kemudian supplier mengirimkan dokumen barang yang dibeli ke bank syariah, kemudian bank syariah membayar kepada supplier.
4.    Supplier mengirimkan objek sewa kepada nasabah atas perintah dari bank syariah. Barang-barang yang dikirimkan tidak disertai dengan dokumen, karena dokumen barang diserahkan kepada bank syariah.
5.     Setelah menerima objek sewa, maka nasabah mulai melaksanakan pembayaran atas imbalan yang disepakati dalam akad. Imbalan yang diterima oleh bank syariah disebut pendapatan sewa. Biaya sewa dibayar oleh nasabah kepada bank syariah pada umumnya setiap bulan. Bila jangka waktu berakhir, dan nasabah memlih opsi untuk membeli objek sewa, maka nasabah akan membayar sisanya ( bila ada) dan bank syariah akan menyerahkan dokumen kepemilikan objek sewa.

7. Skema Akad Al-Wadiah

Keteranagan Skema Akad Al-Wadiah Yad Al- Amanah :
1.   Nasabah menitipkan barang kepada bank syariah dengan menggunakan akad al-wadiah yad al –amanah. Bank syariah menerima titipan, dan barang yang dititipkan akan ditempatkan dalam tempat penyimpanan yang aman ( save deposit box). Bank syariah akan menjaga dan memelihara barang itu.
2.     Atas penitipan barang oleh nasabah kepada bank syariah, maka nasabah dibebani biaya oleh bank syariah. Biaya ini diperlukan sebagai biaya pemeliharaan dan biaya sewa atas tempat penyimpanan barang titipan nasabah. Biaya yang dibayar oleh nasabah penitip bagi bank syariah merupakan pendapatan fee.
3.  Bank syariah akan mengembalikan barang titipan sewaktu-waktu diperlukan atau diambil oleh nasabah.

 8. Skema Akad Qardh

Keterangan Skema Akad Qardh :
1.      Kontrak perjanjian qard dilaksankan antara bank dan nasabah.
2.     Nasabah menyediakan tenaga untuk mengelolah usaha dan bank syariah meyerahkan modal sebgai investasi. Modal yang diserahkan dalam qard berasal dari dana bank dan dana kebajikan yang dikumpulkan oleh bank dari berbagai sumber antara lain : zakat, infak, sedekah, denda, bantuan dari pihak lain, dan dana lainnya.
3.    Bila terdapat keuntungan, maka keuntungan 100% dinikmati oleh nasabah, tidak dibagi hasilkan dengan bank syariah.
4.     Pada saat pembayran atau jatuh tempo, maka nasabah mengembalikan 100% modal yang berasal dari bank syariah, tanpa ada tambahan.

 9.Skema Akad As-Sharf

Keterangan Skema Akad As-Sharf :
1.    Pembeli dan penual menyepakati akad sharf.
2.a. penjual meyerahkan valuta ke pembeli
2.b. Pembeli menyerahkan valuta lain ke penjual.


10.Skema Akad Ar-Rahn
Keterangan Skema Akad Ar-Rahn :
1.    Nasabah menyerahkan jaminan (marhun) kepada bank syariah (murtahun). Jaminan ini berupa barang bergerak.
2.     Akad pembiayaan dilaksankan antara rahin ( nasabah) dan murtahin ( bank syariah).
3.    Setelah kontrak pembiayaan ditandatangani, dan agunan diterima oleh bank syariah, maka bank syariah mencairkan pembiayaan.
4.   Rahin melakukan pembayaran kembali ditambah dengan fee yang telah disepakati. Fee ini berasal dari sewa tempat dan biaya untuk pemeliharaan agunan.

 11. Skema Akad Al-Wakalah

Keterangan Skema Akad Al-Wakalah :
1.  Nasabah dan investor melakukan kontrak dengan bank syariah untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Bank syariah akan melaksankan pekerjaan atas permintaan nasabah dan investor.
2.      Bank syariah mendapatkan fee atas pekerjaan yang dilakukan.
3.    Beberapa pelayanan jasa yang dapat dilakukan dalam akad al- wakalah antara lain ; transfer, kliring, intercity clearing, collection, letter of credit, dan payment.

 12.  Skema Akad Al-Kafalah

Keterangan Skema Akad Al-Kafalah :
1.   Nasabah mengajukan permohonan penjaminan kepada bank syariah atas suatu pekerjaan yang dilaksankan, dan bank syariah memberikan penjaminan/garansi kepada pemberi kerja atas pekerjaan nasabah.
2.   Atas garansi yang diberikan oleh bank syariah, maka bank syariah meminta agunan (barang jaminan) kepada tertanggung/nasabah.
3.     Nasabah wajib melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kontrak antara nasabah dan pemberi kerja.
4.  Bila nasabah tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kontrak, maka bank syariah akan menanggung kerugian.

13. Skema Akad Al- Hawalah
Keterangan Skema Akad Al-Hawalah :
1.      Muhil menyuplai (menyediakan/mengirim) barang kepada muhal (pembeli)
2.      Setelah muhil mengirim barang kepada muhal, namun muhal tidak mampu melakukan pembayaran, oleh karena itu muhil menyerahkan invoice/faktur penjualan kepada muhal alaih.
3.      Muhal alaih membeli tagihan dari muhil dan melaksanakan pembayaran.
4.      Muhal alaih melakukan penagihan kepada muhal yang didukung oleh invoice dari muhil.
5.      Hasil penagihan berasal dari muhal diserahkan kepada muhal alaih.



THANK YOU SO MUCH FOR YOUR ATTENTION AND YOUR TIME !!!
#Bpk. Refky Fielnanda


Tugas Akhir Semester Fiqh Muamalah Kontemporer

1. Skema Akad Musyarakah Keterangan Skema Akad Musyarakah : 1.    Bank syariah (shahibul maal 1) dan nasabah (shahibul maal 2) men...